Huang Tsung - hsi (1610-1695) adalah
seorang sarjana Cina dan filsuf politik yang berusaha memberikan kerangka filosofis untuk membuka
pandangan baru untuk mengembalikan moralitas dan keadilan politik Cina. Huang
Tsung Tsi adalah putra Huang Tsun Su. seorang pejabat terkemuka di Peking dan anggota
dari Timur Grove Society ( Tung - lin ) , yang menentang kegiatan rakus Wei
Chung Hsien. seorang penguasa yang kuat
dan bermoral yang berhasil mendominasi kaisar muda. Kelompok Tung lin
menganjurkan supaya kembali ke moralitas politik , dan mereka sering mengadakan
pertemuan rahasia di rumah Huang untuk membahas masalah-masalah politik dan
strategi.
Sunday, May 11, 2014
Resume Alam Pikiran Mitis, Ontologis dan Fungsionil Menurut Prof. Dr. C. A. Van Peursen
Alam
Pikiran Mitis
A . Mitos sebagai bakat manusiawi
Dunia mitis meliputi kebudayaan primitif. Primitif adalah peradaban yang sangat sederhana, belum maju atau kebudayaan kuno dan tidak modern (kbbi). Istilah “primitif” yang terdapat dalam buku-buku yang telah dikarang oleh para antropologi kebudayaan sebetulnya tidak tepat. Karena dunia yang ditemukan dalam buku-buku tersebut ternyata serba baru, kaya akan cerita-cerita yang mengandung suatu filsafat yang dalam, gambaran-gambaran yang ajaib, dan adat istiadat yang beraneka warna. Yang ditampilkan disini ialah manusia-manusia yang langsung berhubungan dengan daya alam yang serba rahasia.
Sunday, April 27, 2014
Relevansi Ajaran Chu Shi
Relevansi
Konsep Ajaran CHU SHI
dengan Nilai Pancasila Dewasa ini
Bangsa indonesia adalah bangsa yang komplek, baik dari
segi budaya, adat, dan agama. Sehingga permasalahan-permasalahan yang menimpa
bangsa indonesia juga bermacam-macam, baik dari segi horizontal maupun
vertikal. Meskipun begitu bangsa indonesia memiliki semangat untuk bersatu hal
ini tercermin dari adanya pancasila yang sampai sekarang masih diakui dan terus
digali sebagai dasar dan pedoman bernegara.
Lima nilai yang terkandung dalam pancasila mencerminkan
nilai-nilai luhur bangsa indonesia dari sabang sampai merauke. lima sila
tersebut juga mempunyai kesamaan dengan dengan ajaran filsuf china yaitu “CHU SHI”.
Ajaran chu shi yaitu alam dan manusia terdiri dari imaterial “LI” dan material
“CHI”. Konsep kebahagian menurut dia adalah bebas dari CHI. Manusia akan
merasakan kebahagiaan kalau ia bisa menjauhkan unsur materi dalam hidupnya.
Konsep mengenai LI, setiap benda mempunyai Li sendiri-sendiri yang dapat
membedakan dengan sesuatu yang lain. LI yang terbanyak dari bagian diri kita
adalah pancaran dari LI yang besar. Dan manusia harus harus mengetahui Linya
sendiri.
Monday, March 24, 2014
Pengertian dalam Logika
Konsep
dan Himpunan
Konsep
dalam Logika
Himpunan
adalah
gambaran bentuk secara abstrak tentang konsep atau ide.
Himpunan
adalah kumpulan sesuatu hal dengan ciri-ciri yang sama serta membentuk satu
kesatuan.
Konsep
atau ide adalah hasil tangkapan akal
manusia mengenai suatu objek. Konsep berasal dari bahasa latin (concipere) artinya mencakup atau
menagkap, ide bahasa yunaninya adalah (eidos)
yang mempunyai arti rupa yang dilihat.
Term
adalah simbol atau kesatuan beberapa simbol yang dapat menyatakan suatu konsep.
Konotasi
adalah keseluruhan arti yang dimaksudkan oleh term atau gabungan antara
jenis dan ciri pembeda. Ex: manusia adalah hewan yang berakal budi. Konotasi
ada dua hakikat (tanpa perbedaan
tingkatan) dan sifat (ada perbedaan
tingkatan).
Denotasi
adalah keseluruhan hal yang ditunjuk oleh term atau sejauh mana term itu
diterapkan. Ex: manusia adalah semua manusia. Denotasi ada dua umum (universal dan kolektif) dan khusus (partikular dan singular).
Pengantar
Filsafat China Modern Kontemporer
Problem filsafat cina adalah bagaimana
sikap bijaksana bisa terdapat dalam segala situasi, baik dalam berkeluarga atau
menjalani profesi. Orang bisa mencapai bijaksana kalau dekat dengan alam dan
jauh dari masyarakat (taoisme).tetapi ada yang mengatakan harus bermanfaat
sebesar-besarnya kepada mesyarakat (konfucius). Karena filsafat konfucius
menekankan kepada dunia kekinian atau this wordly.
Filsuf
modern cina, Fung yu lan mengatakan filsafat cina harus bijaksana ke dalam dan
meraja ke luar. Filsafat cina modern banyak didominasi dari pemikiran Zen Budhisme, Neo Konfucius dan Neo Taoisme.
Zen budhisme terdapat dua aliran hinayana dan mahayana. Mahayana lebih fleksibel dan memudahkan pemeluknya daripada
hinayana. Karena didalam Hinayana hanya orang yang benar-benar
menjalani agama yang bisa masuk surga.
Sebab-sebab ajaran budha diterima dengan
baik di cina:
1. Perekonomian
cina mengalami sakit yang parah dan tidak bisa diatasi oleh konfucius dan
taoisme.
2. Adanya
biara-biara yang membuat ketenangan jiwa ketika orang cina memasukinya.
3. Adanya
jaminan hidup bagi siapa yang mau memeluk agama budha. Baik ketika masih
didunia atau di akherat sehingga menimbulkan kebahagiaan. (konfucius:belajar,
taoisme: dekat dengan alam).
4. Etika
budha yang luhur. Budha sendiri mengajarkan lima etika luhur
1. Maksud yang benar disertai
keputusan yang tepat.
2. Perkataan sesuai dengan
perbuataanya.
3. Setiap perbuatan akan
menimbulkan nilai. Perbuatan yang baik akan berdampak pada nilai yang baik.
4. Banyak angan-angan disertai
dengan pengendalian nafsu (merenungi).
5. Berpikir yang benar sesuai
dengan akal manusia atau manusiawi.
Ajaran dalam Zen Budha ada tiga:
1. Prinsip
pertama yaitu “wu”, sesuatu yang paling inti dan sangat sulit untuk dijabarkan.
2. Samsara,
maksudnya lepas dari segala sengsara dengan berbuat yang wajar saja bisa juga
dikategorikan spontanitas (taoisme). Kewajaran orang juga berbeda-beda.
3. Identifikasi,
hidup ditengah-tengah masyarakat harus selalu berubah dan menyaring segala
sesuatu yang pantas untuk dijalankan.
Tambahan
Fung
Yu Lan: filsafat adalah ilmu yang reflektif dan sistematik tentang kehidupan.
Menurut
Hamngku Buwono IX sembahyang ada empat tingkatan sembah raga, sembah cipta,
sembah jiwa, sembah rasa.
(Makul
Sejarah Filsafat China Modern Kontemporer // Drs. Budisutrisna, M. Hum //
10-maret-2014, senin/2)
Reaksi
Konfucius Terhadap Budhisme
1.
Masalah Reinkarnasi karena sulit
dipahami, tidak bisa dirasio, dan tidak bisa dibuktikan. Solusinya hanya
percaya begitu saja.
2.
Other wordly budhisme, berbahagia
setelah kematian. Hal ini bertentangan dengan keyakinan konficius yang
menekankan this wordly.
3.
Banyak penghiburan, dengan datang ke
biara orang akan bebas dari pajak dan bekerja.
Terjadinya gesekan pemikiran antara Konfucius dan
Budhisme melahirkan aliran konfucius baru yang terkenal dengan nama Neo
Konfuainisme dengan tokohnya Shao Yung
(1011-1077 M) dan Chou Tua Yi
(1017-1073 M) .
Ajaran Shao Yung:
1.
Manusia, gabungan antara li dan tao
merupakan unsur yang paling penting. Yin-yang jiwa tidak bisa diangka.
2.
3.
Ajaran Chou Tua Yi:
1.
Adanya dua dunia tampak atau material (chi) dan tidak tampak
immaterial (li).
2.
Konfucianisme:
jen + li = real.
Taoisme:
tao = ketiadaan.
(Makul
Sejarah Filsafat China Modern Kontemporer // Drs. Budisutrisna, M. Hum //
17-maret-2014, senin/3)
Sunday, March 23, 2014
Kondisi
Hukum pada Zaman Yunani-Romawi
A.
Alam
Pikiran Kuno
Ada
dua aliran religi yang mendominasi yaitu aliran religi primitif yang memandang
alam semesta sebagai sesuatu kekuasaan yang mengancam manusia dan aliran religi
dewa-dewi olimpus yang ajarannya lebih ringan dari yang pertama. Kehidupan
warga yunani berlangsung dalam suatu polis. Bagi mereka polis merupakan
perwujudan yang utama dari logos. Hidup dalam polis pada hakikatnya bersifat
religius. Agama resmi dari polis tersebut adalah agama olimpus. Menurut keyakinan
banyak orang tak mungkin kehendak dewa-dewi mengalahkan nasib yang menguasai
dunia dan hidup.
B.
Filsuf-Filsuf
Pertama
Anaximander:
keharusan alam dan hidup kurang di mengerti manusia, tetapi jelas baginya.
Keteraturan hidup bersama harus disamakan dengan keharusan alamiah. Bila itu
terjadi akan timbul keadilan (dike).
Heraklitos:
hidup manusia harus sesuai dengan keteraturan alamiah. Tetapi keteraturan
tersebut telah digabungkan dengan pengertian-pengertian logos.
Parmenides:
logos membimbing arus alam, sehingga alam dan hidup mendapat suatu keteraturan
yang terang dan tetap.
Kesimpulannya:
hukum meliputi alam semesta. Maka belum dibedakan antara hukum alam dan hukum
positif. Keduannya dianggap sebagian aturan ilahi. Orang yang memberontak akan
mendapatkan balas dendam karena kesombongan (hubris).
C.
Kaum
Sofis
Protagoras:
warga-warga polis semuanya menentukan semua isi undang-undang, sehingga baik
dan adil tidak tergantung lagi pada aturan alam, melainkan hanya keputusan
manusia. Tidak ada kebenaran yang obyektif. Manusia ukuran segala-galanya.
Dalam prakteknya undang-undang dibentuk oleh orang-orang yang berkuasa. Sehingga dimungkinkan
timbulnya anarkhi dan nihilisme, sumber hukum bukan lagi logos melainkan alam
atau kekuatan dan kekerasan.
D.
Socrates
Dia
menolak pendapat kaum sofis. Sebaliknya dia berpendapat bahwa kebenaran
bersifat obyektif dan pedoman yang tetap bagi manusia. Tugas utama negara
mendidik warganya dan taat kepada negara. Cara untuk mendapat pengetahuan itu
adalah refleksi diri sendiri. Mengenali diri sendiri atau refleksi diri sendiri
itu membawa refleksi atas pengertian-pengertian atas norma-norma hidup.
E.
Plato
Dualisme
plato mengatakan bahwa dalam dunia fenomena terdapat negara-negara yang real
dan kurang sempurna, sedangkan dalam dunia ide ada negara ideal yang teratur
dan adil. Pemerintahan pada zaman itu ada tirani (kekuasaan dalam satu tangan
orang yan gmemerintah dengan sewenang-wenang), timokrasi (tentara), oligarki
(beberapa orang), demokrasi (kekuasaaan dipegang orang ketiga). Kitab
undang-undang didahului oleh mukadimah tentang motif mentaati undang-undang.
Supaya mentaati hukum bukan karena takut akan hukuman.
Orang-orang
yang melanggar hukum harus dihukum. Tetapi hukuman harus tidak boleh dipandang
sebagai balasan terhadap ketidakadilan. Karena orang yang melanggar hukum
adalah orang yang sakit yang harus diobati dan apabila belum bisa disembuhkan maka
harus dibunuh. Zaman ini sudah terdapat hukum sipil.
F.
Aristoteles
Mahluk dunia dilihat
dari internalnya terdiri dari dua prinsip, formal (bentuk, hakekat, morphe) dan
meterial (materi, dasar, hule). Sedangkan dari sisi eksternalnya yaitu
sebab-yang-membuat dan sebab-yang-merupakan-tujuan. Orang bertindak dipengaruhi
oleh dua ini yang meyebabkan menimbulkan prinsip realitas, yaitu prinsip
material, prinsip formal, prinsip efisien dan prinsip final.
Polis
terdiri dari beberapa unit kecil sebagai anggotanya. Unit yang paling kecil
adalah keluarga (laki-laki bersama istri, anak, dan budaknya), kampung, terus
dilanjutkan untuk membentuk negara. Manusia adalah (zoon politikon) mahluk
polis, yang bisa berkembang dan mencapai kebahagiaan kalau mereka hidup dalam
polis. Negara bersifat totaliter sama dengan pendapatnya plato.
Keutamaan
tertinggi manusia adalah ketaatan pada hukum polis, baik tertulis, maupun tidak
tertulis, keutamaan ini disebut keadilan. Hukum yang harus ditaati ada dua,
hukum alam dan hukum positif. Keadilan yang mengatur hubungan manusia ada
beberapa bidang, yaitu jabatan dan gajinya, transaksi jual beli, hukum pidana, hukum kontrak, penafsiran hukum.
Aristoteles adalah orang yang pertama kali membedakan antara hukum alam dan
hukum positif, dan yang pertama kali mengerjakan suatu teori keadilan. Hukum
alam: kebebasan yang dinikmati seorang warga polis yang ikut serta dalam
kegiatan politik. Hukum privat: negara menguasai segala bidang kehidupan. Hukum
positif: semua hukum yang ditentukan oleh penguasa negara.
G.
Hukum
Romawi
sejak didirikan
pada abad kedelapan sebelum masehi, orang romawi telah membentuk
peraturan-peraturan hidup bersama sesuai dengan kebutuhan rakyatnya. Selaras
dengan ini sarjana hukum membuat hukum dan filsafat hukum yang selaras dengan
kehidupan manusia. Pada abad ketiga sebelum masehi pengaruh helenisme mulai
menyebar ke kerajaan yunani yang asal ajarannya berasal dari yunani. sehingga
muncullah tokoh-tokoh seperti seneca, markus aurelius, dan cicero yang semuanya
bermazhab stoa.
Stoa:
semua yang ada merupakan satu kesatuan yang teratur (kosmos), berkat suatu
prinsip yang menjamin satu kesatuan itu, yakni jiwa dunia (logos). Supaya hidup
manusia berlangsung dengan logos maka ia harus setia terhadap dirinya, tidak
boleh bersimpati kepada orang lain, supaya dia dapat berkembang dan tidak
dihanyutkan oleh nafsu-nafsu yang tidak teratur dan meraih ketentraman hidup.
Zaman
ini pertama kali adanya hukum bangsa-bangsa (hukum privat yang dipraktekkan
oleh bangsa romawi). Hukum ini juga menjadi sumber hukum perdata modern. Ajaran
yang terkenal adalah ius gentium yan gmasuk dalam codexiustinianus pada abad
empat dan diresapi dalam hkum-hukum negara eropa pada abad lima belas dan enam
belas.
Sumber:
filsafat hukum dalam lintasan sejarah, Dr. Theo Huijbers, kanisius.1982
Friday, March 21, 2014
Pengantar
Filsafat
nusantara adalah kebudayaan bangsa indonesia yang dipandang dari segi ilmu
filsafat. Objek materi filsafat nusantara adalah kebudayaan bangsa indonesia.
Sedangkan objek formalnya adalah filsafat.
Kebudayaan
bangsa ialah kebudayaan yang timbul sebagai puncak-puncak kebudayaan yang ada di
daerah-daerah indonesia. Martabat kebudayaan ditentukan oleh nilai-nilainya.
Bakker (1984) menjelaskan bahwa aspek formal
kebudayaan adalah karya budi yang mentransformasikan data, fakta,
situasi, dan kejadian alam yang dihadapinya menjadi nilai bagi manusia. Manusia
harus berdaya-upaya mencari derajat kebudayaan tinggi dengan melatih pikiran,
kehendak, dan rasa untuk menyempurnakan sifat-sifat dan tabiat yang ada padanya.
Kebudayaan adalah penciptaan, penertiban, dan penggolahan nilai-nilai insani.
Terlingkup didalamnya usaha memanusiakan hidup, membudayakan alam,
menyempurnakan budaya insani sebagai kesatuan takterpisahkan. Jadi dibalik
kebudayaan dan yang menjadi substansinya adalah nilai-nilai hidup insani yang
luhur.
Ilmu
filsafat mencari dan merumuskan unsur-unsur hakikat atau substansi dari objek
materinya. Unsur hakikat adalah pengertian yang abstrak, adanya merupakan
keharusan, dan berlaku universal. Sartono Kartodirdjo (1994) berpendapat bahwa
salah satu ciri pokok indonesia adalah pluralisme dan etnisitasnya.
koentjaraningrat (1997) berpendapat, bahwa membangun bangsa dan mempersatukan
bangsa diperlukan sikap mental yang sesuai (cocok). Sikap mental terbentuk dari
dua unsur, sistem nilai budaya (apa yang harus dianggap penting dan berharga),
yang terbentuk dari suatu rangkaian dari konsep abstrak yang hidup dalam alam
pikiran sebagian besar warga masayarakat dan sikap hidup (potensi pendorong
yang ada dalam setiap individu untuk bereaksi menanggapi lingkungannya. Sistem
filsafat indonesia sangat penting karena akan memudahkan perumusan norma-norma,
aturan-aturan etis dan hukum-hukum formal yang berlaku. J.W.M Bakker (2000)
berpendapat, bahwa manusia adalah bagian dari kebudayaan, sehingga tidak dapat
menanggalkannya dan membahasnya sebagai pemilik objek.
Kebudayaan
meliputi segala segi dan aspek kehidupan manusia. Antropologi budaya cabang
ilmu yang bertujuan untuk mempelajari dan menguraikan kebudayaan. Tugas untuk
merumuskan asas dan tujuan hidup mahluk manusia dan menertibkannya dalam suatu
pola keseluruhan adalah tugas filsafat. apabila ilmu-ilmu kebudayaan
mempelajari peristiwa dan bentuk kebudayaan yang terdapat pada
kesatuan-kesatuan yang berbeda menurut tempat dan waktu maka filsafat
kebudayaan menganalisa kebudayaan sebagai sifat esensial manusia yang untuk
sebagian besar mengatasi ruang dan waktu serta mengujinya pada taraf metafisis
menurut norma-norma transeden.
Soedjatmoko
(1994) mengajukan analisis, bahwa kajian terhadap humaniora dan dari sudut
humaniora merupakan sesuatu yang sentral bagi proses pembangunan bangsa.
Filsafat, etika, sejarah, dan bahasa merupakan bidang-bidang utama humaniora.
Bagian humaniora termasuk hukuma, arkeologi, dan seni. Studi humaniora membantu
untuk menangkap makna dari pengalaman hidup dan meyajikan peta jalan untuk
memahami aktivitas dan tujuan suatu masyarakat. Berbagai kebutuhan, ambisi,
aspirasi dan rasa frustasi manusia tidak dapat diamati secara empiris, tidak
dapat diredusir ke dalam angka-angka persamaan. Semua itu dapat difahami
melalui proyeksi imajinatif yang dikembangkan oleh kajian humaiora. Kemampeuan
mengarahkan proyeksi imajinatif ke pengalaman hidup orang lain akan memupuk
kesadaran tentang pengalaman dan aspirasi manusia. Kesadaran ini awal dari
empati (kemampuan untuk mengidentifikasi diri dengan orang lain dan memahami
orang lain tersebut) dan toleransi. budaya nasional adalah suatu tanggapan
kolektif terhadap dunia internasional yang terus berubah ke arah modernitas.
Sumber: modul filsafat nusantara, Dr.sri soeprapto,
M.S.
Subscribe to:
Posts (Atom)